Budaya

719 Tahun Surabaya, Nenek Keriput atau Si Gadis Imut

Usia tujuhratusan tahun bagi Surabaya yang di masa kecil juga disebut Ujung Galuh, bisa disebut muda, bisa pula tua. Karena tanpa tolok ukur, usia berapa pun bebas untuk ditafsirkan setara gadis imut atau nenek keriput.

Bila diukur dari kapan bangsa ini merdeka untuk membangun negerinya sendiri, kotanya sendiri, apalagi dengan otonomi daerah yang bebas untuk merencanakan pembangunan wilayahnya ini, Surabaya bak seorang gadis yang baru saja memasuki usia pubertas. read more »

Demokrasi

May Day

May Day atau Aksi 1 Mei merupakan peringatan aksi buruh di Florida, AS yang berakhir dengan tewasnya puluhan buruh akibat tembakan polisi pada 1 Mei 1886,dan tujuh lainnya digantung oleh pengadilan Florida.

Peristiwa itu terjadi karena tuntutan buruh untuk pengurangan jam kerja dari 12 jam menjadi 8 jam sehari.  Tuntutan itu kemudian diidentikkan dengan tuntutan kesejahteraan buruh. Dari situlah kemudian 1 Mei diperingati sebagai hari buruh Internasional. read more »

History

Cita-cita Kartini Relevan dengan Reformasi

Obsesi Kartini, seorang isteri Bupati Jepara  yang mendobrak tradisi dengan mengajarkan kepandaian pada para wanita di jamannya itu, agar tak menjadi kaum terbelakang adalah bagian dari tujuan pembangunan bangsa Indonesia.

Jauh sebelum emansipasi menjadi salah satu agenda dunia internasional, Kartini telah lebih dulu berupaya untuk memberdayakan kaum wanita Indonesia agar memiliki peran yang sejajar dalam kehidupan bermasyarakat. Cita-cita yang lebih tepat obsesi Kartinik di jaman itu adalah suatu hal yang nampaknya mustahil. read more »

Budaya

Hanya Dibutuhkan Secuil Nilai

Salah satu peringatan penting yang tercatat dalam agenda di bulan Maret ini adalah Maulid Nabi Muhammad SAW. Seperti kelaziman yang terjadi bertahun-tahun, ingatan masyarakat terhadap hari besar keagamaan itu hanya terkait pada liburan kantor. Paling jauh, turut serta memperingatinya yang ditandai dengan kesibukan seremonial.

Makna Maulid Nabi Muhammad SAW yang pada hakekatnya harus dipahami bahwa kehadiran Nabi Besar itu untuk membenahi sendi-sendi kehidupan bermasyarakat agar umat manusia mampu mengimplementasikan nilai-nilai Ketuhanan dalam setiap tindakan dan perbuatannya seolah terabaikan begitu kegiatan seremonial selesai. read more »

Budaya

Nyepi, Mawasdiri dan Kemerosotan Moral

Agenda terpenting pada bulan Maret 2012 adalah Hari Raya Nyepi. Lebih dari sekedar tradisi, Nyepi adalah keheningan untuk melakukan mawasdiri, mengevaluasi apakah tindakan dan perbuatan yang telah dilakukan sejak Nyepi sebelumnya tidak menyimpang dengan nilai-nilai etika kehidupan.

Pada hakekatnya semua agama memiliki semacam klimaks, umumnya disebut sebagai Hari Raya, dimana pada saat itu dilakukan pencucian diri untuk kemudian lahir kembali sebagai manusia-manusia yang “bersih” dari berbagai macam dosa sebagai akibat tindakan dan perbuatan yang pernah dilakukan.

Sehingga nilai-nilai  yang terkandung dalam semua agama dan ajaran moral dapat selalu terimplementasikan dalam setiap segi kehidupan berbangsa dan bernegara. read more »